ISJD JILID II (41)

1573 Kata

"Jangan senderan di perut Mama, Abang. Ada dedeknya." Sakha langsung menjauh dari sang Mama. Padahal semula dia sedang ndusel-ndusel di sana. Menunjuk perut itu sambil bertanya polos. "Dedek Abang jadi?" Altarik mengangguk. "Iya, mulai sekarang jangan minta gendong ke Mama, ya. Sama Papa aja gendongnya." "Lebay," celetuk Rahee. Altarik mendelik. Belum saja bibir Rahee dia kepang sampai keriting. "Fia mau punya dedek?" "Iya, Sayang. Seneng?" ucap Rahee sambil memeluk Alifia dan menunpukan dagu di atas kepala mungilnya. "Tapi Kak Kayla waktu mau punya dedek, perut Mamanya gede. Punya Mama nggak?" Telapak kecil Alifia menari-nari di atas perut mama. Rahee tertawa, dia cubit pipi putrinya. "Nanti juga gede, Kakak." Alifia menggeleng. "Nggak mau dipanggil Kakak, Mbak Fia aja. Lucu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN