Minggu terakhir, Rahee pulang. Dia langsung cium, peluk, dan unyel-unyel anaknya. Uh, kangen badai pakai halilintar. Rahee langsung gigit pipi Fia dan cubit gemas pipi Sakha. "Abang udah mandi?" Sakha menggeleng. "Kamar mandinya dipakai Fia tadi." Alasan. "Sakha malas mandi akhir-akhir ini, Ra," jawab Altarik. Dia menaruh barang-barang Rahee di pojok kamar. Pagi itu dia yang menjemput istrinya, Sakha dan Alifia ditinggalkan di rumah sama Ibu Beti. Waktu Altarik pergi anak-anak belum mandi, lalu saat dia datang lagi, hanya Alifia yang sudah wangi. Sakha masih buluk pakai kaos dalam sambil makan pisang. "Abang mandi dulu, yuk!" Sudah pukul sepuluh pagi soalnya. Sakha mengangguk. "Mandi sama Mama?" "Iya, yuk!" "Mama masih capek, Abang. Mandi sama Bu Beti aja, atau sama Papa." Begitu

