"Ada apa, nih?" Terkesiap. Jae menoleh pun dengan Raya kepada sumber suara. Oh, itu Bang Umin. Mbak Jessy menatap Raya sambil bertanya, "d**a kamu kenapa, Ray?" "Ah ..." Raya segera menurunkan tangannya. "Gak apa-apa kok." Tersenyum kikuk. Jae menyangkal dengan kalimat, "Itu tadi nggak sengaja Jae tabrak. Tapi--" "KAMU TABRAK?!" Bang Umin yang heboh. Raya langsung bilang, "Aku nggak apa-apa, Bang. Cuma kaget dan refleks." Yang membuat Jae heran adalah reaksi Bang Umin serta Mbak Jessy yang langsung bertindak setelah berucap, "Ayo ke dokter!" Menarik tangan Raya lembut. Loh, loh, kenapa harus ke dokter? Apa segenting itu? Tadi nabraknya bukan fokus di d**a kok, Jae yakin. Harusnya p****t yang dikhawatirkan, bukan d**a. Itu baru masuk akal. Tapi ini?! Jae pun menahan pergerakan Mbak

