ISJD JILID II (31)

2164 Kata

"Mbak serius?" Itu Rahee, yang suaminya dimintai Bang Kai untuk mengusap perut hamil Mbak Alia. Ya ampun, untung acara minum teh Rahee telah usai tadi. Jadi nggak nyembur. Pukul delapan pagi di mana Rahee dan keluarga kecilnya tiba di kediaman kakak ipar, langsung disuguhi teh hangat berikut maksud diundangnya Mr. Altarik kemari. "Wow." Rahee menutup mulutnya dramatis. "Emang boleh, Mbak?" Secara, Mbak Alia kan pakai jilbab. Rahee sangsi. Kok ngidamnya nggak ada akhlak, ya? Ah, tapi saat mata Rahee bergulir kepada Bang Kai, dia langsung mendesah wajar. Itu kan isinya anak Bang Kai, jadi nggak aneh kalau ibu hamilnya ikutan ngadi-ngadi. "Maaf, ya ..." Alia merasa tidak enak. "Tapi kalo nggak mau juga--" "Aku sih oke aja." Rahee memangkasnya. "Soalnya aku paham banget gimana rasanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN