W A R N I N G! Kalo nggak sanggup, skip aja. wkwk *** *** Pagi-pagi di rumah Altarik. "Ra, cepet!" "Sabar." "Keburu bangun anaknya." "Ya, sabar." Altarik membuka bungkus pengaman dengan mulutnya, lalu buru-buru memasangnya. Tahulah mereka mau apa. Habis subuhan sekalian mengumpulkan pahala, memanfaatkan waktu di mana Sakha dan Alifia masih bobok nyenyak-nyenyaknya. Rahee pun sudah beres dengan dapurnya, masak sarapan, lalu dia tinggalkan. Pagi itu Mr. Altarik minta sarapan yang lain. Konon, hari ini Mr. Altarik akan lembur. Jadi paginya minta dijatahin dulu. Rahee sudah kunci pintu kamar, dia langsung duduk di atas pangkuan Mr. Altarik yang sudah sangat siap di kasur. Sedikit pemanasan demi memancing kesiapan tubuh Rahee untuk Altarik tumbuk nanti. Mereka berakrobat, mulai dar

