Indra melirik jam dinding kamar yang menunjukkan pukul delapan malam. Ada dua kegelisahan yang ia rasakan. Pertama, tentang kehamilan Rani yang sampai sekarang sulit ia percaya terlebih belum menemukan solusi. Kedua, tentang Dita yang menghilang sampai sekarang. Nomornya tidak aktif, tentu saja Indra sangat khawatir akan terjadi apa-apa pada kekasihnya itu. Sungguh, berkali-kali Indra mencoba menghubungi Dita dan hasilnya tetap nihil. Hanya terdengar suara operator yang mengatakan kalau nomornya sedang tidak aktif. Akhirnya jalan satu-satunya adalah mendatangi tempat tinggal Dita. Tanpa pikir panjang lagi, Indra langsung mengambil kunci mobilnya lalu menuju ke sana. Sesampai di sana, kepanikan semakin melanda. Betapa tidak, lampu depan tempat tinggal Dita tampak padam. Ia juga memperhati