“Dit, Dit, Dit,” ucap Saka sambil menahan tubuh Dita yang kehilangan keseimbangan. Dita hampir saja terjatuh, untung saja Saka sigap menahan tubuh wanita itu. Lemas, tubuh Dita sangat lemas. Pikirannya melayang tak karuan, dia masih tidak percaya terhadap apa yang baru saja didengarnya. Ya Tuhan, pembicaraan Indra dengan Rani benar-benar mengubah hidupnya dalam sekejap. Dita bahkan tak peduli kalau pipinya sudah basah karena air mata yang keluar dengan sendirinya saat mendengar pembicaraan mereka. Awalnya Dita tidak percaya dengan ucapan Saka kalau Rani akan bertemu Indra, tapi setelah Saka menunjukkan chat dari Rani, akhirnya Dita setuju untuk menguping pembicaraan mereka dan tentunya ia ditemani Saka. Sementara Saka tidak kalah terkejut. Bagaimana tidak, dia sama sekali tidak tahu-men