Seperti yang sudah dijanjikan Arfa, besok harinya Dheana diajak bertemu dengan seseorang yang diyakini sebagai saudaranya. Dheana tidak menaruh banyak harapan, takutnya ia kembali kecewa seperti beberapa waktu, saat Wisnu mengajaknya bertemu Paula. Pertemuan kali ini pun di cafe milik sofi, tepat jam empat sore, setelah Dheana pulang kerja, ia kembali mengunjungi cafe milik Sofi. “Kamu sudah di tunggu di sana.” Ucap seorang pekerja, menunjuk ke arah meja dimana Arfa tengah bersama seseorang. Dheana tidak bisa melihat wajahnya dari kejauhan, sebab posisinya saat membelakangi Dheana. “Dia sudah datang.” Arfa yang menyadari kehadiran Dheana, menunjuk ke arahnya lantas berdiri. Dheana menganggukkan kepalanya, sampai pada saat wanita yang berada di depan Arfa menoleh. Wanita paruh bay