62. pembalasan Prita

1151 Kata

“Beraninya kamu menyentuh putriku!” Tatapan tajam, penuh amarah tertuju pada Iskan. Lelaki yang selalu memasang wajah bengis itu, kini tidak berdaya. Jangankan membalas, menatap lawan bicaranya saja tidak berani. “Siapa kamu, berani sekali menyakiti putriku! Kami tidak lebih hanya seorang anak haram, yang tidak jelas siapa ayahnya. Seharusnya kamu bersyukur Fajar mau mengakuimu sebagai anak, tapi dengan tidak tahu dirinya kamu justru menyakiti putri kami.” Prita melangkah lebih dekat, diikuti empat orang lelaki bertubuh tinggi tegap dari belakang. Sementara Dheana, ia memilih diam memperhatikan kejutan apa lagi yang akan diketahuinya hari ini. “Jangan sakit putraku, Prita. Dia nggak tahu apapun, semua ini salahku.” Merasa putranya dalam bahaya, Deti pun mencoba untuk melindunginya. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN