Chapter 16 Selesai sholat subuh, Tiana langsung bersiap untuk berangkat sekolah. Luna pun sudah terbangun beberapa menit yang lalu. Tak berapa lama Ryuu datang. Anak laki-laki itu tak sendiri. Ada Sela bersamanya. Luna terlihat agak kaget melihat Sela datang berkunjung. “Gimana kabar Luna?” “Udah lebih baik, Bunda.” “Lo di sini ditemenin Bunda dulu.” Luna melotot kaget. “Eh, ng-nggak usah. Gue nggak apa-apa kok sendiri. Iya, Bunda, Luna nggak apa-apa kok sendiri. Bunda pasti ada kerjaan, eh iya, Djorka lagi sakit juga kan.” “Nggak apa-apa. Bunda nggak ada kerjaan kok. Kamar Djorka di sebelah juga, jadi gampang buat Bunda jagain Luna sama Djorka. Hari ini juga Papa nggak ada jadwal ngajar, jadi Papa bisa jagain juga.” Luna ingin menolak tapi malah tidak enak melihat bagaimana

