"Pak, ada tamu yang ingin bertemu Anda?" Jayden memasuki ruangan sang atasan untuk memberitahukan jika ada seseorang yang datang ke kantor. "Siapa? Bukan Tania lagi kan?" tebak Erik. Kepala Jayden menggeleng. "Bukan, Pak. Tapi Bu Adisti." Deg. Erik terkejut. Tentu saja. Bagaimana mungkin tiba-tiba Adisti bisa sampai di kantornya. "Adisti? Sendiri atau dengan Pak Farhan?" "Saya kurang tau, Pak. Orangnya masih di lobi." Berpikir sejenak, setelahnya kepalanya mengangguk memberikan persetujuan. "Ya sudah. Suruh saja dia masuk." Feeling Erik sudah tidak enak sebenarnya. Namun, mengingat jika Adisti adalah teman lama sekaligus seseorang yang pernah spesial di hatinya, tak apa untuk menemuinya sebentar saja. Dari terakhir pertemuan tak disengajanya di hotel waktu itu, nampak di wajah Adist