Yuri santai sekali. Melenggang pergi meninggalkan ruangan sang suami. Tidak langsung kembali ke ruang kerjanya sendiri tapi perempuan itu malah menuju pantry. Dia butuh kopi saat ini untuk meredam emosi agar lebih stabil lagi sebelum dia menghadapi rekan-rekannya nanti. Yang pasti, setelah ini dia akan semakin dihujat dan dipandang sebelah mata. Tapi Yuri tak perduli. Rupanya di pantry ada seorang office boy yang sedang bersama Jayden. "Loh, Jay. Kamu di sini?" Jayden lekas berdiri. "Iya, Nyonya. Sambil nunggu Pak Erik jadi saya tinggal ngopi dulu. Nyonya mau kopi sekalian?" Yuri melirik Mas Budi, karyawan office boy yang sepertinya sedang membuatkan kopi untuk Jayden. Lalu Yuri mengalihkan pandangannya pada asisten Erik. Lebih mendekat pada Jayden untuk dapat berbicara pada pria it