Danial tak henti hentinya menyalahkan dirinya sendiri sejak kejadian kecelakaan Hafsun terjadi dan itu sangat membuat hatinya kacau tidak karuan, sudah tiga hari lamanya tapi hafsun belum juga sadarkan diri. Tak ada yang dapat mereka lakukan selain berdoa atas kesembuhan Hafsun, kecemasan semakin membludak ketika melihat tangan kiri hafsun membengkak berwarna kebiruan dan itu pasti sangat sakit. Danial berjongkok di pinggir tempat tidur rawat Hafsun disaat yang lain sedang keluar, Danial menyentuh tangan hafsun yang kanan dan menggenggamnya sambil menunduk “Maafin aku Sun, maafin aku” ucap Danial dengan air mata yang berusaha ia tahan agar tidak keluar tapi sialnya buliran bening itu tetap saja keluar. Wajah hafsun terlihat sangat pucat ketika selama tiga hari ini hanya air infus yang m

