“Tenangin diri dulu, Rin… tarik napasnya dalam. Oke, sekarang keluarkan…., nah kayak gitu… tenang… tenang…” Zarin mengikuti arahan sang manager, walaupun air matanya tidak berhenti berjatuhan mengetahui kenyataan bahwa anak yang dikandung Dara bukanlah anaknya. “Gue… emang gak mau punya anak, Mbak.. tapi…. Kenapa Tuhan kasih hukuman dengan gini caranya? Hiks… bukan berarti gue harus mendapatkan kenyataan…. Hiks… Jedidah berselingkuh di belakang gue.” “Lu tenangin diri dulu sekarang. Biar kita bongkar semuanya, gue bantu dan bakalan setia di belakang lu.” “Bongkar ke siapa?” tangisannya mulai reda. “Ke media lah, t***l!” sungut sang manager. “Sama ke keluarga lu, keluarga Jedidah juga biar semua orang tahu apa yang mereka lakuin itu salah.” Zarin seketika diam. “Nggak lah, Mbak! Gila a