Arga tidak membiarkan Sovia pergi sendiri bersama Galang. Dia menghubungi Aina terlebih dahulu, karena akan ada acara makan malam dengan Sovia. Awalnya Aina kesal dengan Arga, tapi Arga sudah bilang dengan Sovia tentang hubungan gelapnya dengan dirinya. Jadi, Aina percaya kalau nanti setelah makan malam dengan Sovia, Arga pasti menemuinya. Sovia awalnya tidak memperbolehkan Arga ikut, tapi dia tidak mau kelihatan sedang tidak akur dengan Arga di hadapan Galang. “Papa jadi ikut?” tanya Galang. “Iya dong? Masa enggak,” jawab Arga. “Ayo kita berangkat,” ajak Arga. Batin Sovia terus bergejolak. Rasanya muak sekali melihat wajah suaminya. Meski cinta masih sangat kental untuk Arga, tapi cinta itu sudah berlumur luka dan lara. Tidak lagi terasa cinta, tapi duka yang Sovia rasakan. Semua itu