LARA - 150

1438 Kata

Feran memagut bibir Sovia dengan lembut. Sovia membalasnya hingga pagutan mereka semakin dalam. Mereka tidak memedulikan para tamu yang di depan sedang menikmati acara. Padahal acaranya belum selesai tapi Feran tidak peduli itu, ia rindu mengecup bibir Sovia. Satu minggu Feran tidak pernah mengecup bibir Sovia, karena rencananya membuat Sovia marah. Namun, malah dirinya uring-uringan sendiri, kadang ia ingin memeluk Sovia saat sedang tidur, tapi demi rencananya mulus, ia tahan sendiri. “Aku merindukan ini, Sayang,” ucap Feran di sele-sela kecupannya. “Hmm ... salahmu sendiri cuekin aku lama sekali,” jawab Sovia dengan napas yang tidak beraturan “Demi ini semua, Sayang ...,” jawab Feran. Feran mengecup bibir Sovia lagi, semakin dalam. Ia semakin tidak memedulikan apa pun di luar sana. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN