Zegan melirik Lova yang membenamkan wajahnya pada bantal dan sepertinya menangis terlihat dari bahunya yang bergetar. Ia kemudian membalikkan badan dan melangkah memasuki kamar membiarkan Lova menjernihkan pikirannya sejenak. Sesampainya di kamar, Zegan duduk di tepi ranjang kemudian membungkuk mengambil senjata yang disembunyikan di bawah ranjang. Dipandangnya benda itu dalam diam seperti ada yang ia pikirkan. Meski terlihat tenang, sebenarnya ia juga memikirkan masalah ini, terlebih setelah Pak Hendi bicara dengannya. Apa yang Pak Hendi sampaikan tiba-tiba membuatnya digelayuti perasaan aneh. Pak Hendi berharap banyak padanya sementara, ia tidak benar-benar berniat membangun rumah tangga yang sesungguhnya dengan Lova, ia hanya ingin main-main saja. Zegan memejamkan matanya sejenak di