Pembalasan Perlahan

2578 Kata

Setelah pagi yang kacau itu, Arunika memilih satu hal yang terasa paling aman untuk dirinya yaitu menjauh. Bukan pergi sepenuhnya, tapi setidaknya memberi jarak dari ruang yang terlalu penuh kejadian tak terduga itu. Maka ia kembali ke rumah sakit lebih cepat dari biasanya, membawa tasnya, laptop, dan beberapa pakaian secukupnya, seolah tanpa perlu berkata apa pun ia sudah memutuskan untuk “tinggal” di sini, setidaknya untuk sementara waktu. Ruang VIP Noelle malam itu terasa jauh lebih tenang dibanding penthouse yang luas namun dingin. Lampu diredupkan, suara mesin medis terdengar stabil, dan jendela besar menampilkan kota Jakarta yang perlahan meredup di balik malam. Noelle sudah tertidur lebih dulu, tubuh kecilnya meringkuk di bawah selimut, wajahnya tampak jauh lebih damai dibanding si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN