Chapter 18 Malam beranjak semakin larut. Ratri sama sekali tak bisa memejamkan matanya meski sebenarnya ia mengantuk dan juga lelah. Semua ini menari-nari di dalam kepala Ratri. Kemarin Ratri masih acuh, berlaga seolah semua baik-baik saja. Ia melebur dengan sangat baik, bersikap seolah mengikuti alur yang ada. Tapi kini Ratri sadar kalau pernikahannya dan Algara tak bisa ia lewati dengan mengikuti alur yang ada seperti yang ia lakukan beberapa hari ini. Ada hal yang harus benar-benar Ratri pikirkan dan tegaskan. Bagaimana rumah tangganya dan Algara ke depannya? Bagaimana jika nanti ia hamil? Akan bagaimana mereka membesarkan anak-anaknya nanti? Haruskah Ratri membicarakannya dengan Algara? Apa rencana mereka ke depannya? Jika memang Algara ingin punya anak, maka Ratri bersedia d

