Chapter 19 Ratri menyingkirkan dokumen di depan Algara kemudian memberikan dokumen yang lainnya untuk pria itu bubuhkan tanda tangan. “Yang lain nggak ada masalah kan?” “Tidak, Pak.” Ratri mengambil dokumen yang sudah selesai Algara tanda tangani. Jam sudah menunjuk di angka 2 lewat dan Ratri belum makan siang. Ada masalah mendadak tadi yang memaksa Ratri untuk stay di dalam ruangan Algara bersama pria itu dan beberapa karyawan lain yang datang silih berganti. “Oke..” Ratri akhirnya bisa menghembuskan napas lega. Dua karyawan itu pamit meninggalkan ruangan. Algara mengembalikan pena ke tempatnya. Ia kemudian memandangi sang istri yang masih ada di sana. “Kamu lapar?” Ratri terperanjat kaget. “Oh, hm.” Ratri mengangguk pelan. “Pesan aja makanannya..” “Iya, Pak?” Ratri me

