Bab 14. Apakah Memang Jodoh?

1129 Kata

Leonardi menarik Amelia ke sudut yang lebih sepi di bandara. Matanya yang tajam menusuk langsung ke arah Amelia, sementara tangannya masih menggenggam pergelangan tangan gadis itu dengan erat. "Kamu mau kabur, ya?" suara Leonardi rendah, tetapi cukup untuk membuat bulu kuduk Amelia meremang. "Aku cuma ke kamar mandi, kok. Lagian, ngapain aku kabur?" jawab Amelia, berusaha terdengar santai meskipun dadanya berdebar-debar. Leonardi mengangkat satu alis, menatap Amelia seolah bisa membaca semua kebohongan di dalam kepalanya. "Ke kamar mandi? Kenapa ke arah keluar dan jalannya mengendap-endap seperti maling? Kamu pikir aku sebodoh itu?" Amelia mendengus pelan, menarik tangannya dengan kasar agar terlepas dari genggaman Leonardi. "Kenapa aku harus takut sama Kakak? Memangnya Kakak sia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN