Mem.bunuh pikirannya agar tidak terus menerus memikirkan Swan dan Daiana apalagi rencana pernikahan keduanya, nyatanya tak segampang yang Shalsabila pikirkan. Shalsabila yang sempat berpikir kesibukan akan membuatnya lupa, nyatanya gagal total. Karena yang ada, wanita cantik yang sudah terbiasa dipeluk luka itu menjadi kacau. Terlebih, kedua sosok tersebut merupakan lingkungan utama dirinya ada. Emosi Shalsabila menjadi pasang surut. Shalsabila harus susah payah mengendalikannya agar ia tak melukai orang lain apalagi melukai karyawan perusahaannya. Meski tanpa Shalsabila sadari, ulahnya itu justru membuatnya melukai dirinya sendiri. Belum kering luka-luka karena Saka, ibu Santi dan Nilahara, kini Shalsabila justru harus memeluk luka lain yang tak kalah menyakitkan. “Sempat berpikir ag