Sudah malam, tapi Shalsabila memang belum bisa tidur. Karenanya, ia sengaja menghubungi Swan. Ia menelepon Swan dan langsung dijawab. “Kamu belum tidur juga?” tanya Shalsabila berbisik-bisik, meski di dalam kamarnya, ia hanya sendiri. “Belum. Aku lagi beres-beres. Laci mejaku banyak banget semutnya. Sampai ke kasur-kasur,” balas Swan dari seberang. Tak lama kemudian, Shalsabila sudah di depan pintu kamar Swan. Sementara di balik pintu kamar Swan yang baru saja dibuka, Swan tampak kewalahan. Keringat tipis menghiasi dasi Swan yang berkerut dan tak sampai tertutup masker putih. “Semut? Si mi lidi pedas punya Danian ya, penyebabnya? Jadi, buku dan satu lemari meja ini, disemutin semua?” ucap Shalsabila. Maksud kedatangan Shalsabila ke sana memang untuk membantu Swan membereskan buku dan