*Author Pov* Alvan meminta waktu istirahat di saat permainan anggota tim nya tidak juga terlihat membaik. Pelatih mereka itupun menyuruh mereka duduk di bangku panjang, ia menatap anak didiknya satu persatu dengan sangat serius. "Apa kalian sangat kesulitan untuk melawan mereka dan membalikkan posisi poin?" tanya Alvan setelah ia berdiam diri hanya menatap mereka beberapa saat. Tidak ada satupun yang menjawabnya. "Dengar, aku sangat tidak ingin kalian hanya sampai di sini. Mungkin kalian berpuas hati, setidaknya kalian sudah sampai di tahap ini. Tetapi tidak dengan ku. Aku sangat ingin melihat kalian bisa sampai di babak semifinal dan final. Aku, sangat ingin kalian bisa menjuarai pertandingan ini. Memang pertandingan ini hanyalah pertandingan olahraga antar sekolah, tetapi ini kese

