Seratus Tiga Puluh Delapan

218 Kata

*Author Pov* Rio berdecak saat tim lawan mulai memasukan banyak poin. Mereka terus mengincar celah di antara Genta dan Radi. Juna yang juga menyadari hal itu berusaha membantu untuk membackup nya namun tidak selalu membantu. "Rio, pemanasan. Lima belas menit lagi kamu masuk menggantikan Genta." kata Alvan tanpa mengalihkan perhatiannya dari pertandingan di depannya. "Apa kita gak bisa nunggu sampe babak pertama ini selesai?" Alvan menggeleng dengan tegas. "Kita tidak bisa membuat tim lawan mendapatkan banyak poin lagi. Kalau menunggu selama itu, di babak selanjutnya kalian akan kesulitan untuk mengejar poin." jawab Alvan sambil menatap Rio dengan serius. Apa yang di katakan Alvan benar, tetapi ia juga ingin mempertahankan ketiga junior nya untuk bertahan setidaknya sampai babak p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN