*Author Pov* Ina langsung berdiri sambil sesekali melompat kegirangan saat Juna berhasil memasukan bola takraw ke tempat lawan di detik-detik terakhir sebelum pluit pertandingan berakhir. Mereka pikir jika mereka pasti tidak akan sempat membalikan keadaan yang hanya membutuhkan satu point lagi mengingat tim lawan terus menghalangi mereka di sepanjang sisa pertandingan. Bahkan Juna sendiri tidak menyangka jika ia berhasil membawakan kemenangan buat tim-nya. Kalau saja Genta dan Radi tidak berhamburan dan memeluk Juna, ia pasti masih tidak percaya dan hanya berdiam diri di tempat. Bukan hanya Genta dan Radi, Rio sendiri langsung berlari ke arah mereka bertiga dan memeluk semuanya bersamaan. "Anjiir! gw gak nyangka kita bisa menang!" teriak Rio masih sambil memeluk mereka dan berpu

