*Author Pov* Dengan cepat Genta menangkap bola takraw tersebut dan menendangnya kembali. Juna dan Radi pun kembali ke posisi mereka. Permainan yang sebelumnya terlihat berharmoni kini kembali terlihat memanas, terlebih tim lawan selalu melakukan serangan yang mengandalkan kecepatan. Tanpa sadar Ina menggenggam lengan baju Satria saat melihat adiknya kembali mampu membalikan serangan lawan. Satria yang sebelumnya sangat serius, sedikit kaget. Namun ia tersenyum kecil melihat tangan Ina yang masih memegang lengan bajunya. "Itu kenapa tim lawannya gak mau ngalah sih?" tanya Ina yang semakin gemas memperhatikan jalannya pertandingan. Tentu saja hal itu membuat Satria tertawa geli, "Ya gak gitu juga, Na. Gak ada dari mereka yang mau mengalah dan itu bagus bukan? Mereka berusaha sekua

