*Author Pov*
Entah kenapa malam ini Juna hanya bisa berbaring tanpa merasa ngantuk, padahal sudah pukul sebelas malam.
"Ini kenapa gw gak ngantuk-ngantuk ya?" gumamnya sambil kembali berguling-guling di kasurnya.
Lusa adalah pertandingan sepak takraw pertamanya dalam olahraga nasional antar sekolah. Walaupun selama ini ia sudah terbiasa melakukan pertandingan Pencak Silat yang di lihat oleh banyak penonton, tetap saja rasanya berbeda.
Tentu saja Juna sangat menunggu-nunggu hari ini, ia tidak sabar untuk bisa melawan para tim yang lebih kuat daripada White Lily juga Elang.
Apalagi ia tidak sabar untuk bisa melawan tim Putra, teman Rio yang saat itu di marahi oleh Haqi.
"Njir, gw gugup banget."
Suara pesan masuk membuatnya kaget, ia mengambil ponsel yang di taruh di nakas samping kasurnya.
Ada sebuah pesan dari Radi di sana. Juna segera membuka pesan itu, ia tertawa geli begitu membaca pesan yang di kirim Radi.
Rupanya yang merasa gugup dengan pertandingan lusa bukan hanya dirinya, tapi juga Radi.
Radi_Boi :
Lo gugup gak cuy?
Junaaaa :
Wkwkwkwk gw juga. Ini aja gw dari tadi cuma guling-guling di kasur.
Radi_Boi :
Sama ege
Baru saja Juna mau membalas pesan Radi, Juna mendapat satu pesan dari Genta dan Juna kembali tertawa membaca pesan yang berisi kegugupan sama seperti dirinya juga Radi.
*