*Author Pov*
Alvan melihat jam tangannya, sudah pukul setengah enam pagi. Mereka sepakat untuk berangkat pukul enam pagi dan berkumpul di depan gerbang sekolah untuk berangkat bersama menggunakan minibus yang sudah di sewa oleh Pak Ridwan.
Anggota yang berkumpul baru Radi, Haqi dan Rio juga Riri. Radi sendiri berangkat bersama Haqi karena ia memang sengaja menginap di rumah kakak kelasnya itu agar bisa berangkat bersama.
Sebuah mobil berhenti tidak jauh dari tempat Alvan menunggu semua anggota muridnya berkumpul.
Terlihat Juna keluar dari mobil tersebut dengan tas besar yang di bawanya.
"Gak ada yang ketinggalan kan?"
"Gak ada, Pah. Juna berangkat dulu, do'ain semoga tim Juna lolos babak penyisihan ini."
"Amiin, pasti papah do'ain. Salam juga buat teman-teman kamu."
Setelah mencium tangan ayahnya sembari berpamitan, ia segera mendatangi Alvan juga yang lainnya.
"Gw telat ya?" tanya Juna pada Radi yang menyapa nya lebih dulu.
"Gak kok, ini tinggal nunggu si Genta aja." jawab Radi dan menyuruh Juna untuk menaruh tas besarnya di bagasi minibus.
Lima belas menit kemudian terlihat Genta yang sedang berlari ke arah mereka dengan terburu-buru.
Begitu sampai ia mengatur napasnya lebih dulu sambil mengangkat tangannya.
"Hah.. hah.. Genta.. hah.. hadir...." ucapnya sambil ngos-ngosan.
"Atur napas mu dulu yang benar." tegur Alvan pada anak didiknya itu
Setelah memastikan semuanya sudah datang dan tidak ada drama barang tertinggal, mereka pun segera berangkat ke tempat dimana pertandingan olahraga nasional antar sekolah di laksanakan.
*