Lima Puluh Sembilan

213 Kata
*Author Pov* Karena pertandingan tim Harimau Putih akan di laksanakan sore nanti, Juna dan yang lain memutuskan untuk melihat pertandingan antara White Lily dan Jahe Boy dari sekolah swasta. "Menurut lo siapa yang bakal menang?" tanya Genta pada teman-teman nya sambil memakan pisang yang ia bawa dari rumah. "Gw tahu Jahe Boy ini juga punya kemampuan yang bagus, apalagi beberapa anggota inti mereka jago dalam bermain capoeira." jawab Rio memperhatikan kedua tim yang akan bermain sebentar lagi. "Capoeira?" "Salah satu bela diri dari brazil." bukan Rio yang menjawabnya tetapi Juna. "Olahraga yang mengutamakan gerakan kaki dan tumpuan tangan." lanjutnya. "Juna benar. Karet Capoeira juga membutuhkan tubuh yang lentur, itu bisa menjadi nilai tambahan untuk mereka." "Kalau tidak salah ada rumor yang mengatakan jika ingin menjadi anggota inti di Jahe Boy, mereka harus mengikuti Capoeira sebagai salah satu syarat nya." sambung Haqi yang ikut dalam obrolan teman-teman nya. Pluit pertandingan pun berbunyi menandakan pertandingan akan segera di mulai. Tim White Lily juga Jahe Boy memasuki posisi mereka masing-masing. Sena sebagai ketua klub juga sebagai Ace di timnya bersama salah satu anggota Jahe Boy menghampiri wasit untuk memilih sisi koin dah menentukan siapa yang akan melemparkan bola lebih dulu. Terlihat Sena mengangkat tangannya tinggi-tinggi yang menandakan jika White Lily yang akan melempar bola lebih dulu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN