Seratus Enam Puluh Satu

201 Kata

*Author Pov* Putra menendang bola takraw sekuatnya, seperti yang sudah di pastikan tidak akan ada yang bisa menghalangi bola itu untuk masuk dan mengambil nilai. Suara sorakan dukungan kembali terdengar dengan sangat riuh, terlebih hampir dari setengah dari penonton adalah supporter yang mendukung tim Putra. "Good job, bro!" kata salah satu temannya sembari menepuk-nepuk pundak Putra lalu kembali ke posisinya. Entah kenapa tidak seperti dulu, saat ini Putra tidak terlalu memiliki semangat untuk bertanding. Tentu saja ia tidak ingin mengecewakan timnya tetapi ia tidak lagi bisa merasakan senang saat bermain sepak takraw. Yang ia lakukan saat ini hanya lah sekedar membuat skor dan poin tanpa menanyakan keadaan nya. Alasan utama ia bergabung di sepak takraw adalah karena Teman-tem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN