Seratus Tujuh Puluh Sembilan

243 Kata

*Author Pov* Putra melemparkan tasnya dengan keras begitu memasuki kamar nya yang selalu rapih. Lagi-lagi ia bertengkar dengan sang ayah perihal masa depannya. Padahal sudah berulang kali jika untuk masa depannya ia tidak ingin di tentukan oleh siapapun, bahkan oleh orang tuanya sendiri. Tidak cukupkah selama ini ia selalu mematuhi keinginan orang tuanya? Mengerjakan sesuatu yang tidak pernah ia sukai, mengikuti kemauan mereka tanpa celah sedikit pun. Putra hanya meminta satu hal, untuk masa depan nya, ia tidak ingin siapapun ikut campur. Namun orang tuanya bahkan tidak menggubris permintaannya. Sang ayah menganggap jika Putra adalah anak pembangkang yang tidak mematuhi perintah orang tuanya karena sepak takraw. Sedangkan sang ibu, bukannya membela anaknya atau setidaknya meneng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN