*Author Pov* Juna terengah sembari duduk di rumput yang terlihat hijau. Begitu pun dengan Genta, Radi, juga kedua seniornya, yang tidak merasakan lelah itu hanya Alvan selaku pelatih juga Riri yang hanya bertugas untuk mencatat waktu. Mereka masih memiliki banyak waktu untuk melakukan latihan sebelum pertandingan di mulai dua jam lagi. "Apa kalian masih merasa gugup?" tanya Alvan pada anak muridnya. "Malah tambah gugup Pak!" keluh Genta sambil membaringkan badannya di atas rumput tersebut. "Saya memaklumi kegugupan kalian, tapi sekali lagi saya ingatkan jangan sampai rasa gugup kalian membuat kalian bermain dengan tidak fokus. Kalian sudah sampai di sini, pertandingan penentuan apakah kalian bisa masuk ke babak selanjutnya yang selalu kalian inginkan." Kata Pak Alvan sambil meliha

