Seratus Tiga Puluh Dua

209 Kata

*Author Pov* Di gedung lain, Putra melihat jalan nya pertandingan kedua. Entah kenapa ia tidak pernah merasa antusias melihat tim lain bertanding. Ia hanya menonton jalannya pertandingan dengan wajah bosan nya. Yang ia inginkan adalah segera bisa bertanding dengan Rio dan timnya. "Bosen lo?" tanya salah satu temannya yang duduk di samping Putra. Pemuda itu hanya mengangkat bahunya sekilas tanpa menjawab. "Gw juga bosen. Apa kaga bisa di cepetin ya pertandingan nya?" "Sshh!" tegur wakil kapten mereka. "Lo bisa diem gak sih? ngoceh mulu." "Lah, lo juga sama." "Heh, udah. Kenapa kalian jadi bertengkar gitu? Kalau kalian masih mau berantem mending kalian keluar deh terus berantem. Tapi abis itu bapak buat kalian gak bisa ikut pertandingan Sepak takraw lagi." ancam pelatih mereka de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN