Seratus Enam Puluh Sembilan

241 Kata

*Author Pov* Putra melemparkan tasnya di atas kasur sebelum membaringkan tubuhnya di sana. Di lihatnya langit-langit kamar nya yang di penuhi lukisan yang ia buat sendiri. Sejak dulu Putra sudah sangat menyukai melukis, ia sudah mencoba berbagai media untuk melukis. Namun ayahnya tidak setuju dengan hobi melukis putranya itu. Ayahnya merasa jika hal itu hanya sia-sia belaka, dan lebih meminta Putra untuk memiliki hobi olahraga saja. Putra yang saat itu masih usia labil, sering sekali bertengkar dengan ayahnya. Sampai ia bertemu Rio juga Haqi. Ia juga mulai menyukai Sepak takraw berkat mereka berdua. Mereka memberikan sesuatu yang baru di hidupnya. Dan kali ini, ayahnya tidak keberatan. Beliau justru sangat berharap anak laki-laki nya itu bisa semakin berkembang di olahraga ini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN