Bab 44

2141 Kata

Tanpa Respati sangka, Aira tidak mengenakan pakaian dalamnya. Bagian b.o.k.ong perempuan tersebut sedikit memar dan lecet. Luka itu masih terlihat baru. Namun tanpa peduli apa pun, pria tersebut melepas celana miliknya. Respati menyetubuhi Aira dari belakang. Gerakannya kasar. Berulang kali tubuh perempuan tersebut terentak. Genggaman di sisi mejanya makin kuat. Perih di bagian intimnya terasa panas. Gesekan kasar itu membuatnya seperti terbakar. Harus Respati akui, tubuh Aira benar-benar membuatnya candu. Aroma tubuh sang istri membuatnya seperti dimabuk oleh gairah yang sudah lama tidak ditunaikan dengan perempuan tersebut. Miliknya seperti dijepit oleh tubuh Aira yang benar-benar sepit. Rintihan dan racauan perempuan di depannya saat penyatuan berlangsung bahkan membuat fantasinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN