Bab 54

2882 Kata

Begitu memasuki ruang keluarga, aroma makanan yang baru selesai dimasak langsung menyambut indera penciuman. Hanggara sedang duduk di sofa panjang sambil membaca koran, sementara Ranti sibuk merapikan beberapa vas bunga kecil yang baru datang dari butik. “Akhirnya datang juga.” Hanggara melipat korannya. Atensinya langsung jatuh kepada Aira. “Saya kira kamu lupa sama janji.” Aira tersenyum kecil di balik cadar. “Mana mungkin saya lupa, Tuan Besar. Tuan Respati sudah mengingatkan saya sejak kemarin.” “Bagus.” Hanggara mengangguk puas. “Hari ini saya mau makan banyak dan enak.” Ranti terkekeh pelan. “Jangan banyak-banyak. Ingat, Mas. Kamu sudah tua. Kolesterol sama gula gampang naik.” Hanggara hanya mengibaskan tangan, seakan tidak peduli dengan ucapan sang istri. Pria tua tersebut dudu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN