Kaisar meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku. Hampir dua jam lamanya pria itu tak meninggalkan kursinya sama sekali agar bisa menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. "Rom." "Iya Tuan." Romy yang sedang fokus dengan layar laptopnya pun menoleh. "Aku rasa kau harus mengecek ulang laporan ini." Tanpa kata, Romy meninggalkan kursinya dan menghampiri Kaisar, mengambil lembaran kertas yang tengah dipegang tuannya. "Kau sudah tahu di mana letak kesalahannya?" Tanya Kaisar setelah Romy selesai membaca kertas tersebut. "Baik Tuan, saya akan mengembalikan pada departemen terkait untuk diperbaiki." Kaisar melirik arloji yang membelit pergelangan tangannya. "Aku tunggu secepatnya. Kita harus pulang lebih awal nanti." "Baik Tuan." Tanpa bantahan, Romy gegas melaksanakan tugasnya. Rom