Pagi-pagi sekali Kristal telah rapi. Balutan peplum dress selutut warna baby blue tanpa lengan yang dipakainya menampilkan bentuk bahunya yang indah sekaligus memamerkan tulang selangkanya. "Kau sudah selesai Kris?" Pria itu muncul dari ruang ganti. Kristal yang sedang memasang sebelah anting pun menoleh. "Sudah." "Kita turun sekarang." Kaisar merapikan jasnya. "Tunggu," cegah Kristal. "Dasimu miring. Menunduk sedikit, memang kamu kira tinggimu itu berapa." Kaisar mensejajarkan posisinya agar istrinya yang cantik itu bisa membetulkan letak dasinya. "Bagaimana perutmu? Masih sakit?" Menikmati kecantikan wajah Kristal sepanjang waktu sama sekali tak membuat Kaisar merasa bosan. Wanita itu menggeleng pelan. "Sudah sembuh." "Benar-benar sembuh?" Kaisar hanya ingin memastikan. "Iya, ber