Bab 36

1372 Kata

Udara pagi ini masih menyisakan embun di ujung dedaunan. Arini mengeratkan kardigan yang ia kenakan ketika merasa dingin masih menusuk tulang. Kali ini ia tengah menyapu halaman belakang. Sesekali berhenti untuk mengumpulkan guguran daun mangga yang lembap. Rambutnya digelung seadanya dan tubuh pun dibalut setelan piama lengan panjang, berlapis jaket. Langkah Arini ringan, tapi pikirannya masih disibukkan pekerjaan rumah yang menunggu setelah ini. Dari kejauhan terdengar derap sepatu karet yang khas. Seketika atensi Arini teralih ke sana. Seorang lelaki dengan kaus putih dan celana lapangan hijau lumut berjalan mendekat. Lelaki itu membawa dua gelas plastik berisi teh. Wajahnya teduh seperti pagi itu, tetapi menyimpan sesuatu yang tidak biasa. “Pagi.” Restu memberi sapaan hangat sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN