Bab 20

1595 Kata

Sejenak, Arini menoleh ke arah Restu, dahinya mengernyit heran. Dari mana pria itu tahu tentang masalah yang ia hadapi? “Nggak ada. Cuma kadang capek aja sama takdir yang nggak kasih izin buat kita atur hidup sesuai dengan apa yang kita mau.” Restu terkekeh, menyadari ucapan Arini yang dalam. “Iya, tapi begitulah cara kerja takdir. Coba cari inisiatif biar kerja kamu ada warnanya dikit. Nggak monoton, melulu kerja dalam suasana hening. Sesekali kerja sambil denger musik asyik tau.” Arini mengangkat bahu acuh tak acuh. “Gimana ya, aku kerja dalam keadaan sepi aja masih suka ngelamun sampai ditegur Nyonya. Gimana kalau aku kerja sambil dengerin musik? Takut-takut tambah salah. Biarin aja deh, kerja dengan cara kayak gini, daripada salah.” “Justru kalau terlalu banyak diam, lama-lama fok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN