Satu bulan kemudian, morning sickness Arini datang dengan gelombang yang semakin hebat. Setiap pagi, perempuan itu bangun dengan perut yang bergolak hebat, mual yang tak tertahankan sering membuatnya muntah berulang kali hingga tubuhnya lemas tak bertenaga. Arka, yang melihat istrinya menderita seperti itu, langsung berubah menjadi sosok suami yang luar biasa perhatian. Ia sering membatalkan jadwal kerjanya, memilih libur di rumah untuk merawat Arini sendiri. Pagi itu, Arka sudah bangun lebih dulu. Ia mandi cepat, mengenakan kemeja rumah yang longgar, lalu turun ke dapur. Dengan tangannya sendiri, ia memasak bubur ayam hangat yang lembut, tambahan jahe segar untuk meredakan mual, dan jus apel yang dingin. Aroma masakannya menyeruak ke seluruh rumah. Mbok yang biasanya membantu hanya terse

