Satu bulan kemudian, kehidupan Arka dan Arini telah menemukan irama baru yang hangat dan penuh kelembutan di rumah mewah mereka. Bulan madu di Bali masih meninggalkan jejak manis di setiap sudut ingatan mereka. Arini, yang kini semakin nyaman dengan perannya sebagai Nyonya Arka, sering turun ke dapur pagi-pagi untuk membantu Mbok menyiapkan sarapan. Ia menikmati momen-momen sederhana seperti ini—aroma kopi yang menyeruak, suara mentega yang mendesis di wajan, dan cahaya matahari pagi yang lembut menyusup melalui jendela dapur yang luas. Pagi itu, Arini berdiri di depan kompor, mengaduk telur orak-arik yang menjadi favorit Arka. Tiba-tiba, gelombang mual yang hebat menyergap perutnya tanpa peringatan. Rasa itu datang begitu mendadak, seperti ombak besar yang tak terduga. Arini menjatuhkan

