Bab 187

1718 Kata

Delapan bulan kehamilan datang bagai gelombang yang perlahan namun pasti mengubah segalanya. Perut Arini kini sangat besar, seolah ia membawa bulan purnama di dalam dirinya. Kulit di sekitar pusar sudah regang dan mengilat, garis-garis kehamilan mulai terlihat samar, dan setiap kali ia ingin berbalik di ranjang, ia harus meminta bantuan. Napasnya lebih pendek, terutama saat malam hari atau setelah makan sedikit saja. Kakinya sering bengkak sampai pergelangan, membuat sepatu flat kesayangannya pun terasa sempit. Namun di tengah semua ketidaknyamanan itu, ada satu hal yang selalu membuat dadanya hangat: Arka. Pria itu seolah mengubah seluruh ritme hidupnya demi istrinya. Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar tinggi, Arka sudah bangun. Ia berjalan pelan ke dapur, menyiapkan air hangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN