Tidak terasa tiga hari berlalu begitu cepat. Namun, bagi Anita semua itu terasa seperti waktu yang tidak bergerak. Lambat. Terlalu lama. Entah sebab apa pula hatinya terus merasa gelisah tak menentu. Bahkan, hampir tiga hari penuh tidak sekali pun ia mendapat kabar dari Arka. Setiap waktu ia menunggu. Menanti kabar dari sang suami. Namun, Arka hanya mengabarinya sekali. Dan itu pun sebentar. Anita merasa Arka mengingkari janjinya kemarin. Pria itu yang dengan begitu yakin akan memberikan kabar setelah sampai di negara tujuannya, justru sampai sekarang belum memberi kabar, kecuali ia yang memulainya lebih dulu. Nomornya pun jarang sekali aktif. Pesan singkat yang dikirim tidak dibaca sama sekali. Wanita yang tengah hamil itu dibiarkan menanti. Berharap. Bahkan, hari-hari sejak kepe

