Mobil berhenti di depan sebuah bangunan dengan kerlap-kerlip lampu yang cukup menyilaukan mata. Mesin mobil dimatikan. Arka terlihat masih sibuk membalas pesan beberapa orang di ponselnya yang terdengar ramai. Puluhan notifikasi pesan tidak kunjung berhenti terdengar dari awal mereka berangkat. Rupanya, Arka membawa Arini masuk ke dalam sebuah klub. Musik berdentum keras di lantai dasar. Keduanya turun dari mobil. Arka menggandeng perempuan tersebut. Berjalan melewati keramaian, menuju tangga di ujung lorong. Seorang pria besar berdiri di depan tangga. Begitu melihat Arka, ia langsung mengangguk segan dan membuka pagar pembatas. “Selamat malam, Tuan Arka.” Arka tidak menjawab. Tangannya masih menggenggam pergelangan Arini. Ia membawa perempuan itu naik. Arini ikut terdiam. Ia tengah

