Bab 173

2889 Kata

“Nggak, Rin.” Arka menyahutnya dari ambang pintu. Pria itu rupanya sudah kembali. Ia berdiri di sana dengan satu tangan masih membawa map administrasi rumah sakit. Tatapannya tertuju pada Arini. Tidak ada keraguan sedikit pun di wajahnya ketika mengucapkan kalimat tersebut. “Kita nggak akan pisah lagi.” Suasana ruangan mendadak sunyi. Arini yang semula duduk di tepi ranjang seketika menoleh ke arah pintu. Dadanya berdebar pelan. Irna dan Raka hanya saling pandang, membiarkan Arka menyampaikan sendiri apa yang selama ini ingin ia pertahankan. Arini turun dari tempat tidur. Sebelum kakinya menyentuh lantai, Arka sudah sigap membantu perempuan tersebut. Tangannya menahan lengan Arini dengan hati-hati, memastikan tubuh yang baru pulih itu tidak kehilangan keseimbangan. Tatapan keduanya be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN