Bab 158

2908 Kata

Sesampainya di rumah Angga .... Arini turun dari mobil setelah Angga membukakan pintu untuknya. Perempuan itu sempat berdiri beberapa saat di samping kendaraan, menatap bangunan besar yang menjulang di hadapannya. Rumah itu masih sama seperti yang ia ingat—besar, megah, dan tertata rapi hingga ke sudut terkecil. Hanya saja, entah kenapa hari ini suasananya terasa jauh lebih sunyi dibanding terakhir kali ia datang. Angga berjalan lebih dulu melewati halaman depan. Jemarinya terulur ke belakang, menggenggam tangan Arini tanpa banyak bicara. Arini sempat terkejut oleh tindakan itu, tetapi tidak menarik tangannya. Ia hanya mengikuti langkah Angga sambil mengedarkan pandangan ke sekitar. Deretan tanaman hias yang berjajar di sepanjang jalan setapak tampak segar. Daun-daunnya masih menyisaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN