Bab 26

1741 Kata

[“Rin, ayah kamu udah operasi. Semuanya lancar. Tapi—“] Bude Darmi menjeda kalimatnya. Suaranya terdengar serak dan berat. Sesekali wanita paruh baya di seberang sana pun terbatuk. “Tapi apa, Bude?” Arini tidak kuasa menahan rasa penasarannya. [“Kondisi ayahmu drop satu jam setelahnya. Sekarang ada di ruang ICU.”] Arini dibuat sesak napas mendadak karena berita buruk yang ia dengar. Gadis itu memegangi dadanya. Tubuhnya langsung lemas. Air matanya kembali mengalir, membasahi pipi dan sela bibirnya yang terluka. Hancur sekali rasanya ketika bukan kabar baik yang ia terima, malah sebaliknya. “Terus gimana, Bude?” Orang di seberang sana terdengar mendesah lelah. Panggilan suara itu mati dan langsung beralih ke panggilan video. Di layar yang tidak lebih besar dari telapak tangan Arini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN