Bab 118

2165 Kata

Malam hari di tempat Arka .... Waktu sudah terlalu larut ketika Mbok Sarni keluar dari dapur sambil membawa ponselnya. Rumah utama sudah sepi. Anita dan Irna sudah masuk ke kamar masing-masing sejak tadi. Sementara sang tuan rumah belum juga pulang. Wanita paruh baya itu berjalan pelan menuju area belakang rumah. Ia duduk di kursi kayu dekat taman kecil sambil menempelkan ponsel ke telinga. “Iya, Ndok. Kamu sehat?” “Alhamdulillah, Bude.” Suara lirih dari seberang sana terdengar samar. Namun, jawabannya cukup membuat wajah Mbok Sarni sedikit lega. Embusan napas menguar begitu saja. “Alhamdulillah.” Ia mengusap dadanya pelan. “Bude khawatir sama kamu, Nduk. Semoga kamu dan keluarga diberi kesehatan, ya?” “....” Beberapa detik, wanita paruh baya itu diam dan mendengarkan. Sese

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN